Beranda > PTIK > Etika TIK

Etika TIK

Etika TIK adalah sekumpulan nilai yang berhubungan dengan ahlak, tata cara (adat, sopan santun) nilai mengenai benar dan salah, hak dan kewajiban tentang TIK yang diikuti oleh suatu golongan atau masyarakat dalam pendidikan.

Netiquette

Netiquette (Network Etiquette atau Internet Etiquette) adalah adalah etika dalam internet. Internet sebagai media berkumpulnya banyak orang harus mempunyai aturan-aturan tertentu yang dapat digunakan sebagai acuan bagi penggunanya, agar mereka tidak melampaui batas yang telah di tentukan.

Etika dalam Sosial Media

  • Terima pertemanan dari orang yang dikenal saja
  • Personal information, kita jangan mencantumkan informasi informasi pribadi penting
  • Jangan terlalu mengumbar kehidupan pribadi
  • Semua yang tidak etis secara offline, berarti juga tidak etis secara online
    • Hati hati menggunakan huruf capital
    • Jangan berbicara SARA, kata kata kotor, pornografi dan juga kata kata provokatif negative
    • No Twitwar, yaitu jangan mem-posting sesuatu yang apat menyinggung perasaan orang lain baik sengaja ataupun tidak.
    • No Overacting dan Overposting, kita tidak harus mem-posting semua hal yang kita lakukan.
    • Pertayaan dan kritik pribadi, lebih baik gunakan PM saja

Etika dalam Forum

  • Dalam mengikuti setiap forum bacalah peraturannya.
  • Gunakan bahasa yang sopan dan tidak menyinggung siapa saja
  • Berikan pertanyaan yang jelas dan juga mudah dimengerti
  • Gunakan judul yang sesuai dan deskriptif

Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan di internet, seperti

Fenomena Alay, banyak anak muda sekarang yang ingin dianggap tidak biasa, mereka menggunakan caranya masing-masing untuk mengekspresikan pikiran mereka, seperti nama yang sangat panjang dan menggunakan bahasa-bahasa yang sulit dimengerti


Penculikan Teman FB, karena memberikan informasi-informasi pribadi yang penting terkadang itu banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.


Twitwar, mem-posting hal hal yang dapat menyinggung perasaan orang lain baik secara sengaja ataupun tidak.


UU NO 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIKA

UU ITE adalah peraturan atau hukum yang mengatur informasi dan transaksi elektronika di Indonesia.

  • Memberikan aturan penggunaan transaksi elekronika dan informasi elektronika.
  • Memberikan perlindungan hukum hak cipta elektronika
  • Memberikan perlindungan dari berbagai macam cybercrime

Perbedaan Cyercrime dengan Kejahatan Konvensional


Penyusunan UU ITE

  • Materi UU ITE disusun oleh dua lembaga :
    • Tim UNPAD ditunjuk oleh Dapartmen Komunikasi dan Informasi seperti RUU pemanfaatan Teknologi Informasi
    • Tim UI ditunjuk oleh Dapartmen Perindustrian dan Perdagangan seperti RUU Transaksi Elektronika
  • Kedua Naskah selanjutnya digabung dan diserahkan ke DPR sebagai RUU

Bagian-bagian UU ITE

Bab 1 menjelaskan tentang pengertian berbagai hal yang berkaitan dengan informasi dan jga transaksi elektronik

Bab 2 menjelaskan tentang asas dan tujuan UU ITE

Bab 3 menjelaskan bahwa dokumen elektronik dapat dijadikan alat bukti hokum yang sah

Bab 4 berisi tentang penyelenggaraan sertifikasi elektronik dan sistem elektronik

Bab 5 menjelaskan tentang transaksi elektronik

Bab 6 menjelaskan tentang pengakuan dan perindungan terhadap kekayaan intelektual elektronik.

Bab 7 menjelaskan perbuatan apa saja yang tidak diperbolehkan

Bab 8 menjelaskan tentang sengketa, gugatan dalam bentuk perdata

Bab 9 menjelaskan apa saja yang menjadi peran pemerintah dan masyarakat

Bab 10 tentang proses penyidikan

Bab 11 tentang ketentuan pidana

Bab 12 tentang ketentuan peralihan

Bab 13 menjelaskan tentang ketentuan penutup.

Perbuatan yang Dilarang dalam UU ITE

Pasal 27 : konten illegal berupa konten asusila, perjudian, pencemaran nama baik.

Pasal 28 : penyebaran berita bohong dan juga SARA

Pasal 29 : mengancam dan juga menaku-nakuti

Pasal 30 : mengakses komputer orang lain dan meretas keamanannya

Pasal 31 : melakukan inersepsi atau penyadapan

Pasal 32 : mengubah informasi elektronik milik orang lain

Pasal 33 : merusak sistem informasi

Pasal 34 : menyediakan sandi kode akses (cracking)

Pasal 35 : mengubah informasi elekronik dan membuatnya seolah-olah asli

Penerapan UU ITE

Situs porno dengan server diluar negeri?

–Perbedaan yuridiksi menyebabkan pemerintah hanya bisa mencegah agar situs tidak menyebar di Indonesia dengan memproteksi situs agar tidak bisadiakses dari Indonesia

•WNA yang melanggarUU ITE ?

–Selama dia berada diwilayah hokum Indonesia, maka bisa ditindak dan dikenakan pasal 2 UU ITE

Contoh Pelanggaran UU ITE

Kasus dari Richard C van Lee

Disini Richard diduga telah memindahkan file perusahaan dari laptop/server ke hardisk eksternal dengan alas an backup, sedangkan perusahaan memiliki kebijakan tidak boleh memindahkan file perusahaan ke device pribadi

Hasil: Richard dijerat pasal 32 ayat1 (melakukan transmisi dokumen elektronik yang tidak bersifat public ke sistem elektrok milik orang lain).

Undang-undang Internasinal

Secara internasional terdapat beberapa aturan yang dirujuk UU ITE yaitu sbb:

–UNCITRAL Model Law on Electronic Commerce

– UNCITRAL Model Law on Electronic Signature

–EU Directives on Electronic Commerce

–EU Directives on Electronic Signature

–Convention on Cybercrime

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: